Hujan
Rintin hujan menemani, dikala sedih menghampiri, mengantui jiwa jiwa yang dingin dan hampa.
Angin
bersusulan, bersamaan dengan derasnya hujan, mengharapkan setitik ketenangan
dan senyuman.
Awan menggelap,
mengibaratkan sebuah hati yang tak berpelangi, hati yang tersayat, untuk
kesekian kali.
Rasanya
sulit sekali menstabilkan perasaan, disaat semua hal yang tak terekspektasikan terjadi
dan dengan mudahnya merangsang tetesan air
mata. Air yang sudah lama tak kutemui di cermin asrama. Entahlah, akhir akhir
ini semudah itu ia keluar dengan derasnya, tak tertahankan.
Aku
tersenyum dalam hati dengan konyolnya, hal yang tak seharusnya aku tangisi
terjadi begitu saja. Dengan mudahnya meneteskan beribu berlian, tak kenal waktu.
Aku salah lagi, menaruhkan setitik harapan pada hati yang bukan seharusnya.
Hati yang tidak bisa menerimanya. Hati yang sebenarnya mengarapkan hati lainnya.
19.06
06 Maret
2021
Female
Dorm.
Komentar
Posting Komentar