Postingan

Gadis Mungil - 1

Sentuhan lembut angin malam menemani, pukul 3.32 sekarang, bener bener ga kerasa. Padahal, setiap hari bilangnya “mau tidur awal”. Entah kenapa sepi sangat menemani, membuat setiap bayangan terlihat semakin jelas. Ya, bayangan yang terbentuk begitu saja, halusinasi bekerja. Kali ini tergambar seorang gadis mungil yang sedang jatuh cinta, dan mungkin bisa dibilang terlalu jauh. Tapi dia berbeda, tak seperti gadis yang sedang jatuh cinta pada umumnya, gadis gadis yang menari di awan dan berterbangan mengepakkan sayapnya, dia terlihat menangis tersedu. Duduk dan bersandar pada dinding kamarnya. Aku tak berhenti melihatnya, dia tetap disana dan tak kunjung menghilang. Tak lama, aku melihat gadis itu tersenyum, dan dia mencoba berdiri dari duduknya. Tapi ternyata dia bukan berdiri untuk bangkit, dia berdiri dan terlihat merintih, dia persis seperti seseorang yang menerima kegagalannya. Gunting besar itu diambilnya. Rasaku ingin memberhentikannya, tapi…. dia berada diluar jangkauanku, ...

Hujan

Rintin hujan menemani, dikala sedih menghampiri, mengantui jiwa jiwa yang dingin dan hampa. Angin bersusulan, bersamaan dengan derasnya hujan, mengharapkan setitik ketenangan dan senyuman. Awan menggelap, mengibaratkan sebuah hati yang tak berpelangi, hati yang tersayat, untuk kesekian kali. Rasanya sulit sekali menstabilkan perasaan, disaat semua hal yang tak terekspektasikan terjadi   dan dengan mudahnya merangsang tetesan air mata. Air yang sudah lama tak kutemui di cermin asrama. Entahlah, akhir akhir ini semudah itu ia keluar dengan derasnya, tak tertahankan. Aku tersenyum dalam hati dengan konyolnya, hal yang tak seharusnya aku tangisi terjadi begitu saja. Dengan mudahnya meneteskan beribu berlian, tak kenal waktu. Aku salah lagi, menaruhkan setitik harapan pada hati yang bukan seharusnya. Hati yang tidak bisa menerimanya. Hati yang sebenarnya mengarapkan hati lainnya.   19.06 06 Maret 2021 Female Dorm.

Hilang

Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu kewajaran pada manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada rencana dibalik itu semua yang telah Tuhan rencanakan Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap Meski perpisahan itu ialah kenyataan yang sulit diterimna namun itu adalah kensekuensi dari perjumpaan Tak apa-apa apabila kita bukan jadi yang terbaik, setidaknya kita pernah berusaha walaupun kenyataannya memang tak bisa dipaksakan. Relakanlah dan ihklaskanlah dia pergi agar dia punya kesemepatan untuk masa depan dan hidupnya nanti Maaf....  Akan ku buat kau membenciku, agar lebih mudah untukmu, agar dapat kau lanjutkan langkahmu. Agar bisa kau gantikan posisiku di hatimu dengan orang lain, yang jauh lebih baik dari pada aku. Yang terakhir yang aku bisa lakukan untukmu seseorang yang paling kau cintai. Suatu haru nanti tawaku tak akan terdengan lagi, semuanya membisu bersama langit kelabu. Suatu hari nanti semua h...

Sekat

Hi teman, ada yang ingin ku ceritakan.  Tentang bagaimana hati ini berbicara yang sebenarnya, dan menutupi kebohongan yang tidak seharusnya. Tentang detik-detik kebersamaan yang kita lewati, yang mungkin beberapa ada yang tidak kita sadari.  Kenyataannya perasaan memang tidak bisa dibohongi. Ia mengatakan dan memberi petunjuk yang sebenarnya tentang hati yang menyendiri dan merasa dihangati. Meskipun akal membantah dan menolaknya, aku yakin hati takkan pernah salah.  Tapi ini memang tidak seharusnya, bahkan bisa menjadi kesalahan besar dalam sebuah hubungan pertemanan. Lebih lagi, bisa membuatku kehilangan semuanya. Jelas, hal yang tidak diharapkan, sebuah perpisahan. Sampai aku berfikir keras, tentang bagaimana menghadapi dan menahan semuanya. Menahan perasaan yang tak tertahankan. Menahan hati yang membara bak api yang bergejolak. Sakit memang, tapi inilah jalan terbaik yang terputuskan. Salahku, terlalu nyaman sampai lupa kalau kita hanya sebatas teman. Hingga aku terb...

Daun Kebahagiaan

Sayap yang kuat ini patah, tiba-tiba. Berubah menjadi berjuta kepingan yang tak berbentuk. Yang akan menjadi debu, terbawa angin, terlupakan, diatas kebahagiaan seseorang. - Sayap ini hancur pada sebuah kekecewaan, yang tak terbayangkan sebelumnya. Disebuah titik dimana petir menyambar dengan dasyatnya, angin berhembus dengan kencangnya, dan air mengalir dengan derasnya. Menerbangkan semua daun kebahagiaan, dari sebuah batang yang kokoh. - Menumbuhkan sebuah kebahagiaan yang tak mudah, dan menghancurkannya begitu saja. Kepercayaan itu hilang, dan sayap itu takan ada lagi. - Menangis di kesendirian, menatap harapan yang semu yang bukan lagi sebuah harapan, teringat janji yang bukan lagi janji. Airmata tak henti, tarikan nafas dalam tak cukup menjadi obat. Hanya mengharapkan sedikit keikhlasan, yang mungkin menenangkan. - Terimakasih, tak kan terlupakan. D