Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Hilang

Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu kewajaran pada manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada rencana dibalik itu semua yang telah Tuhan rencanakan Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap Meski perpisahan itu ialah kenyataan yang sulit diterimna namun itu adalah kensekuensi dari perjumpaan Tak apa-apa apabila kita bukan jadi yang terbaik, setidaknya kita pernah berusaha walaupun kenyataannya memang tak bisa dipaksakan. Relakanlah dan ihklaskanlah dia pergi agar dia punya kesemepatan untuk masa depan dan hidupnya nanti Maaf....  Akan ku buat kau membenciku, agar lebih mudah untukmu, agar dapat kau lanjutkan langkahmu. Agar bisa kau gantikan posisiku di hatimu dengan orang lain, yang jauh lebih baik dari pada aku. Yang terakhir yang aku bisa lakukan untukmu seseorang yang paling kau cintai. Suatu haru nanti tawaku tak akan terdengan lagi, semuanya membisu bersama langit kelabu. Suatu hari nanti semua h...

Sekat

Hi teman, ada yang ingin ku ceritakan.  Tentang bagaimana hati ini berbicara yang sebenarnya, dan menutupi kebohongan yang tidak seharusnya. Tentang detik-detik kebersamaan yang kita lewati, yang mungkin beberapa ada yang tidak kita sadari.  Kenyataannya perasaan memang tidak bisa dibohongi. Ia mengatakan dan memberi petunjuk yang sebenarnya tentang hati yang menyendiri dan merasa dihangati. Meskipun akal membantah dan menolaknya, aku yakin hati takkan pernah salah.  Tapi ini memang tidak seharusnya, bahkan bisa menjadi kesalahan besar dalam sebuah hubungan pertemanan. Lebih lagi, bisa membuatku kehilangan semuanya. Jelas, hal yang tidak diharapkan, sebuah perpisahan. Sampai aku berfikir keras, tentang bagaimana menghadapi dan menahan semuanya. Menahan perasaan yang tak tertahankan. Menahan hati yang membara bak api yang bergejolak. Sakit memang, tapi inilah jalan terbaik yang terputuskan. Salahku, terlalu nyaman sampai lupa kalau kita hanya sebatas teman. Hingga aku terb...

Daun Kebahagiaan

Sayap yang kuat ini patah, tiba-tiba. Berubah menjadi berjuta kepingan yang tak berbentuk. Yang akan menjadi debu, terbawa angin, terlupakan, diatas kebahagiaan seseorang. - Sayap ini hancur pada sebuah kekecewaan, yang tak terbayangkan sebelumnya. Disebuah titik dimana petir menyambar dengan dasyatnya, angin berhembus dengan kencangnya, dan air mengalir dengan derasnya. Menerbangkan semua daun kebahagiaan, dari sebuah batang yang kokoh. - Menumbuhkan sebuah kebahagiaan yang tak mudah, dan menghancurkannya begitu saja. Kepercayaan itu hilang, dan sayap itu takan ada lagi. - Menangis di kesendirian, menatap harapan yang semu yang bukan lagi sebuah harapan, teringat janji yang bukan lagi janji. Airmata tak henti, tarikan nafas dalam tak cukup menjadi obat. Hanya mengharapkan sedikit keikhlasan, yang mungkin menenangkan. - Terimakasih, tak kan terlupakan. D