Sekat

Hi teman, ada yang ingin ku ceritakan. 

Tentang bagaimana hati ini berbicara yang sebenarnya, dan menutupi kebohongan yang tidak seharusnya. Tentang detik-detik kebersamaan yang kita lewati, yang mungkin beberapa ada yang tidak kita sadari. 

Kenyataannya perasaan memang tidak bisa dibohongi. Ia mengatakan dan memberi petunjuk yang sebenarnya tentang hati yang menyendiri dan merasa dihangati. Meskipun akal membantah dan menolaknya, aku yakin hati takkan pernah salah. 

Tapi ini memang tidak seharusnya, bahkan bisa menjadi kesalahan besar dalam sebuah hubungan pertemanan. Lebih lagi, bisa membuatku kehilangan semuanya. Jelas, hal yang tidak diharapkan, sebuah perpisahan.

Sampai aku berfikir keras, tentang bagaimana menghadapi dan menahan semuanya. Menahan perasaan yang tak tertahankan. Menahan hati yang membara bak api yang bergejolak. Sakit memang, tapi inilah jalan terbaik yang terputuskan. Salahku, terlalu nyaman sampai lupa kalau kita hanya sebatas teman.

Hingga aku terbiasa, menganggapmu sebagaimana seharusnya, ya teman. Betahun-tahun ku pendam, tapi ku tahu ini lah yang terbaik, bagiku dan bagimu. Yang tersisa hanya satu, hatiku, yang masih menyisakan setitik harapan. Biarlah, biarkan waktu yang bekerja, semua akan sirna. 

....

Hi kamu, apa kabar?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadis Mungil - 1